Jenis-jenis Pengelompokan Integrated Circuit (IC)

IC (Integrated Circuit) merupakan komponen yang sering dijumpai dalam rangkaian elektronika modern dan canggih. Hampir di setiap perangkat elektronik yang kita gunakan pasti terdapat IC di rangkaiannya. Kepopuleran Integrated Circuit ini dikarenakan kemampuannya yang dapat mengintegrasikan ratusan bahkan hingga jutaan transistor, dioda, resistor, dan plugin ke dalam suatu kemasan yang cukup kecil.

Jenis-jenis Pengelompokan IC (Integrated Circuit)

Ada banyak jenis pengkasifikasian pada IC, seperti pengelompokan IC berdasarkan jumlah komponen yang digunakan, pengelompokan Integrated circuit berdasarkan aplikasinya, Pengelompokan berdasarkan fungsi, pengelompokan berdasarkan bentuk kemasannya, dan pengelompokan berdasarkan teknik pembuatannya.

Berikut jenis-jenis Integrated Circuit yang dikelompokan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah disebutkan di atas.

Pengelompokan IC Berdasarkan Jumlah Komponennya

Dibawah ini merupakan pengelompokan IC berdasarkan jumlah komponennya terutama pada jumlah komponen transistor yang terdapat dalam satu kemasan IC.

Small-scale integration (SSI)

Small-scale integration atau IC SSI adalah integrated circuit yang berskala kecil yang hanya terdiri dari beberapa transistor didalamnya.

Medium-scale integration (MSI)

Medium-scale integration (MSI) ini terdiri dari ratusan transistor dalam sebuah kemasan IC. Sirkuit terpadu yang berskala menengah ini dikembangkan pada tahun 1960-an dan lebih ekonomis jika dibanding dengan IC Small-scale integration (SSI).

Large-scale integration (LSI)

Large-scal integration atau LSI adalah IC yang terdiri dari ribuan transistor didalamnya. IC Mikroprosesor pertama yang dikembangkan untuk kalkulator dikembangkan pada tahun 1970-an memiliki kurang dari 4000 buah transistor.

Very large-scale integration (VLSI)

Very large-scale integration atau IC VLSI merupakan sirkuit terpadu yang terdiri dari puluhan ribu hingga ratusan ribu transistor didalam kemasannya. IC yang berskala sangat besar ini dikembangkan mulai tahun 1980-an.

Ultra large-scale integration (ULSI)

Ultra large-scale (ULSI) merupakan integrated circuit yang terdiri lebih dari 1 juta transistor didalamnya.

Pengelompokan IC Berdasarkan Aplikasinya

Pengelompokan IC berdasarkan aplikasinya dapat terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

IC Analog

IC Analog adalah sirkuit terpadu yang beroperasi pada sinyal yang berbentuk gelombang kontinyu. Contoh IC jenis analog ini seperti IC penguat daya, IC penguat sinyal, IC Regulator Tegangan, IC Multiplier dan IC Op-Amp.

IC Digital

IC Digital adalah Integrated Circuit yang beroperasi pada sinyal digital yaitu sinyal yang hanya memiliki 2 level yakni "Tinggi" dan "Rendah" atau dilambangkan dengan kode Binary "1" dan "0". Contoh IC Digital seperti IC Mikroprosesor, IC Flip-flip, IC Conter, IC Memory, IC Multiplexer dan IC Microcontroller.

IC Campuran (Mixed IC)

IC Campuran atau IC Campuran adalah IC yang mengkombinasikan fungsi IC Analog dan IC Digital ke dalam kemasan satu IC. Umumnya, rangkaian terpadu menjadi jenis kombinasi Digital dan Analog ini digunakan sebagai IC yang mengkonversi sinyal Digital Analog (D/A Converter) ataupun sinyal Analog menjadi sinyal Digital (A/D Converter). Seiring dengan perkembangan IC, jenis IC Campuran ini memungkinkan Teknologi untuk mengintegrasikan Sinyal Digital dengan fungsi RF ke dalam satu kemasan IC.

Pengelompokan IC Berdasarkan Kemasan (Package)

Berdasarkan Kemasannya, IC dapat dibedakan menjadi :

pengelompokan ic berdasarkan kemasan

  • SIP (Paket Sebaris Tunggal)
  • DIP (Paket Dua In-line)
  • SOP (Paket Outline Kecil)
  • QFP (Paket Quad Flat)
  • BGA (Ball Grid Array)

Pengelompokan IC Berdasarkan Teknik Pembuatannya

Berdasarkan teknik pembuatan atau cara manufakturingnya, Integrated Circuit dapat menjadi 3 jenis, yaitu :

IC Film Tipis dan Tebal

IC Film Tipis dan IC Film Tebal relatif lebih besar dari IC monolitik, hal ini karena hanya komponen pasif (resistor dan plugin) yang dapat diintegrasikan pada IC wafer sedangkan komponen aktif seperti Transistor dan Dioda tidak dapat diintegrasikan dan harus terpisah secara terpisah yang membentuk rangkaian tersendiri di dalam kemasan IC.

Thin Film IC dan Thick Film IC memiliki karakteristik dan bentuk yang hampir sama, perbedaan hanya terletak pada proses pembentukan komponen pasifnya. Thin Film IC menggunakan teknik penguapan atau teknik katoda sputtering sedangkan IC Film Thick menggunakan teknik Sablon.

IC Monolitik (IC Monolitik)

IC Monolitik merupakan IC yang mengintegrasikan komponen pasif dan komponen Aktif pada satu chip tunggal silikon sebagai bahan semokonduktornya. Konsep Manufaktur IC Monolitik ini dapa menghasilkan IC yang memiliki keandalan yang tinggi dengan biaya produksi yang rendah. IC jenis ini banyak ditemui di rangkaian Televisi, Regulator Tegangan, Amplifier dan Penerima AM/FM.

IC Hybrid atau IC Multi-chip

Seperti namanya, IC Hybrid atau IC Multi-chip ini terbuat dari sejumlah chip yang dihubungkan menjadi satu sirkuit terintegrasi. IC jenis ini biasanya digunakan dalam rangkaian penguat (Amplifer) yang berdaya tinggi mulai 5W hingga lebih dari 50W. Kinerja IC Hybrid ini lebih baik dibanding dengan IC Monolitik.

E. Pengelompokan IC Berdasarkan Fungsi Umumnya

Berikut pengelompokan IC berdasarkan Fungsinya,

  • IC Logic Gates, yaitu Ic yang berfungsi sebagai Gerbang Logika.
  • IC Comparator, yaitu IC yang berfungsi sebagai komparator (Pembanding)
  • IC Switching, yaitu IC yang berfungsi sebagai Switch (Sakelar)
  • IC Audio Amplifier, yaitu IC yang berfungsi sebagai penguat Audio
  • IC Timer, yaitu IC yang berfungsi sebagai penghitung waktu (timer)

Next Post Previous Post