Pengertian Prosesor, Sejarah, Fungsi dan Cara Kerja Prosesor

Dalam sebuah perangkat komputer, Processor sangat penting dan merupakan komponen utama. Sebab sebuah komputer jika tidak memiliki processor maka tidak dapat di operasikan.

Processor ini dapat diibaratkan dengan otak dalam manusia. Semua proses di komputer diolah pada perangkat ini. Tanpa adanya processor, komputer tidak dapat digunakan.

Untuk lebih lengkapnya, silakan simak pembahasan berikut ini tentang Processor.

Pengertian Prosesor, Sejarah, Fungsi dan Cara Kerjanya

Pengertian Prosesor

Prosesor dikenal sebagai induk dan fokus pengendalian komputer. Hardware ini merupakan sebuah chip sehingga sering disebut microprocessor. Definisi dari prosesor adalah sebuah IC yang mengawasi jalannya sistem kerja pada komputer dan digunakan sebagai fokus komputer untuk menjalankan sebuah tugas.

Pengertian prosesor menrut KBBI adalah peranti dalam pengomputeran yang dapat mengerjakan operasi aritmetika dan logika.

Sejarah Prosesor

Sejarah prosesor dimulai dengan dikembangkannya konsep sebuah benda elektronik yang membutuhkan ruang besar untuk menjalankan seluruh komponen komputer dalam sistem kerjanya.

Komponen komputer ini pertama kali mulai dikembangkan ketika Konard Zuese mulai mengembangkan komputer Z1 pada tahun 1936, kemudian di Harvad pada tahun 1944 Howard Alken dan Grace Hopper mengembangkan Mark I Computer, hingga akhirnya pada tahun 1946 komputer ENIAC 1 dibuat oleh John Prespwr Eckert dan John W dengan 20.000 tabung elektronik yang memenuhi suatu ruangan.

Konsep prosesor kemudian dikembangkan kembali hingga tahun 1958 di Bell Labs, Amerika Serikat oleh Jack Killby dan Robert Noyce, dari sinilah rangkaian terintegrasi atau “chip” muncul.

Setelah itu, dunia komputer mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Fungsi Prosesor

Fungsi utama prosesor adalah untuk mengoperasikan data input kemudian akan menghasilkan pengeluaran berupa output-output data.

Fungsi lainnya yaitu memproses data, menjaga perfoma dari sebuah komputer, mengintegrasikan komponen, mencegah terjadinya overlapping tugas pada tiap-tiap komponen komputer, dan mengolah perhitungan algoritma dalam menjalankan perintah yang diberikan.

Cara Kerja

Cara kerja perangkat keras ini yaitu input, proses, dan output.

Input yaitu masukan data dan program dari keyboard, mouse atau piranti hardware input data lainya yang kemudian akan diproses di dalam komputer ataupun perintah masuk (input) dari alat penginput data dengan alat komputer lainnya yang saling terhubung.

Proses, yaitu menerjemahkan atau mengolah data yang masuk lewat peralatan input dan akan ditampilkan kembali melalui peralatan output (monitor, speaker, printer, dll).

Hardware otak komputer ini terletak di socket motherboard, ketika melakukan kerjanya komponen ini terus terhubung dengan komponen komputer lain, terutama dengan RAM (Random Acces Memory) dan harddisk.

Berbagai Nama Merk Prosesor

Komputer dan gadget lainnya sekarang sudah sangat canggih, hampir semua alat elektronik digital saat ini pun menggunakan prosesor untuk mengelola data.

Untuk itu banyak perusahaan berlomba mengeluarkan prosesor terbaik dengan berbagai merk seperti di bawah ini.

1. Intel

Pengertian Prosesor, Sejarah, Fungsi dan Cara Kerjanya

Intel merupakan brand otak komputer yang merajai dunia komputer saat ini dan brand terkenal ini dibuat oleh perusahaan Intel Corporation.

Intel Coperation merupakan perusahaan multinasional yang berdiri di Amerika sejak tahun 1968. Hingga saat ini, prosesor Intel telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Dan berikut ini berbagai produk yang telah dibuat oleh Intel Corporation, yaitu antara lain:

  1. 4004 Microprocessor
  2. 8008 Microprocessor
  3. 8080 Microprocessor
  4. 8086 – 8088 Microprocessor
  5. 286 Microprocessor
  6. Intel 386 TM
  7. Intel 486 TM DX CPU Microprocessor
  8. Intel Pentium
  9. Intel Pentium Pro
  10. Intel Pentium II
  11. Intel Pentium II Xeon
  12. Intel Celeron 1999
  13. Intel Pentium III 1999
  14. Intel Pentium III Xeon 2000
  15. Intel Pentium 4 2001
  16. Intel Italium 2001
  17. Intel Italium II 2002
  18. Intel Pentium M 2003
  19. Intel Pentium M 735/ 745/ 755 2004
  20. Intel Pentium 4 Extreme Edition 2005
  21. Intel Pentium D 2005
  22. Intel Core 2 Quad 2006
  23. Intel Quad Core Xeon 2006
  24. Intel Core i7
  25. Intel Core i5
  26. Intel Core
  27. Intel Core i9

2.  AMD

Pengertian Prosesor, Sejarah, Fungsi dan Cara Kerjanya

AMD (Advanced Micro Device) merupakan perusahaan semikonduktor multinasional di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan terbesar kedua setelah Intel Corporation.

AMD juga merupakan pemasok mikroprosesor dalam ranah global. Pada tahun 2007, perusahaan AMD telah menempati peringkat ke-sebelas apabila dilihat dari segi pendapatan.

Berbagai produk yang berhasil AMD ciptakan, antara lain:

  • Opteron sebagai senter market share Server.
  • AMD FX dan APU A SERIES sebagai senter market share Dekstop.
  • APU Z SERIES sebagai senter market share Tablet pc.

Contoh produk AMD yang ada dan dapat ditemui di pasaran yaitu AMD A9, AMD A4 dan AMD E2 dan beberapa jenis lainnya.

3. Apple

Pengertian Prosesor, Sejarah, Fungsi dan Cara Kerjanya

Apple prosesor merupakan prosesor yang diperoduksi oleh Apple Inc. Apple Inc merupakan perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang teknologi di California. Apple Inc terfokus pada perancangan, pengembangan, dan penjualan produk-produk elektronik. Ada beberapa produk yang dikembangkan dan diluncurkan oleh Apple.

Produk tersebut antara lain:

  1. Apple I
  2. Apple II
  3. Apple DOS
  4. Apple Pascal
  5. Apple CP/M
  6. Apple SOS
  7. Apple ProDOS

4. Cyrix

Pengertian Prosesor, Sejarah, Fungsi dan Cara Kerjanya

Cyrix merupakan prosesor yang keberadaannya kurang dikenal banyak orang. Cyrix merupakan perusaahaan pengembang mikroprosesor yang berdiri tahun 1988 di Texas. Tahun 1997 perusahaan Cyrix diakusisi oleh VIA.

Beberapa macam produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini di antaranya:

  1. Cyrix FasMath
  2. Cyrix 486SLC dan Cyrix 486DLC
  3. Cyrix 5×86
  4. Cyrix 6×86 (M1)
  5. Cyrix MII
  6. Cyrix MediaGX
  7. Cyrix MII-433GP
  8. VIA C3®
  9. VIA CoreFusion™
  10. VIA Eden™
  11. VIA C7®
  12. VIA PV530
  13. VIA Nano™
  14. VIA Nano™ X2

5. IBM

IBM (International Business Machines) Corporation merupakan perusahaan yang bermarkas di New York, Amerika Serikat yang mana bergerak dalam bidang elektronik.

Berdiri pada tahun 1911 dan mulai beroperasi sejak 1988. IBM memproduksi dan memasarkan berbagai produk perangkat keras dan lunak pada komputer.

Perusahaan ini telah banyak memproduksi perangkat keras prosesor yang antara lain sebagai berikut:

  1. 8008
  2. 8080
  3. 8088/8086sx
  4. 286
  5. 80386 DX
  6. IBM 486SLC2
  7. Pentium Classic (P54C)
  8. Pentium Pro
  9. Pentium II Xeon
  10. IBM POWER4
  11. IBM POWER5
  12. IBM POWER6
  13. IBM POWER7

6. IDT

Integrated Device Technology (IDT) merupakan perusahaan yang memproduksi CPU dengan harga ekonomis.

IDT terbentuk pada tahun 1980 di Amerika Serikat. Prosesor yang dihasilkan oleh IDT memiliki ruang lebih kecil. Berbeda dengan perusahaan mikroprosesor lain, IDT (Integrated Device Technology) merupakan perusahaan yang menghasilkan prosesor dengan ruang lebih kecil. Perusahaan ini berada di San Jose, California, Amerika Serikat. Tahun 1997 IDT memperkenalkan WinChip. Prosesor lain yang telah IDT produksi, antara lain WinChip tipe 2A (0.35µm), tipe 2B (0.25 µm), tipe 3 (0.25 µm) dan tipe C6 (0.35µm).

7. Transmeta

Transmeta merupakan perusahaan yang berfokus pada bidang microprocessor dan semikonduktor.

Transmeta berlokasi di California, Amerika Serikat.

8. Arm Advanced Risc Machine (ARM

Arm Advanced Risc Machine (ARM) merupakan perusahaan yang dibentuk pada tahun 1983 dan berfokus dalam pengembangan prosesor.

Komponen

Terdapat berbagai macam komponen dalam CPU, di antaranya sebagai berikut:

1. Aritcmatics Logical Unit (ALU)

Arithmetic and Logic Unit (ALU) atau unit aritmatika dan logika merupakan microprocessor untuk melaksanakan operasi hitungan artimatika dan logika. Tugas dari ALU melakukan operasi aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai dengan intruksi program. Alu melakukan operasi aritmatika dengan dasar pertambahan, pegurangan, perkalian dan penjumlahan. ALU bertugas melakukan keputusan dari operasi program sesuai dengan intruksi program.

2. Control Unit (CU)

Control Unit (CU) merupakan bagian dari CPU yang berfungsi memberikan control terhadap ALU di dalam CPU. Tugas CU yaitu mengatur aktivitas dari perangkat CPU. CU diterapkan sebagai microprogram yang tersimpan dalam control store atau penyimpanan kontrol. Control Unit terdiri atas single cycle CU dan multi cycle CU.

3. Memory Unit (MU)

Memory Unit (MU) merupakan alat penyimpanan dengan ruang kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi.

Memory unit merupakan bagian penampung data/program yang diterima dari unit masukan sebelum diolah oleh CPU dan juga menerima data setelah diolah oleh CP yang selanjutnya teruskan ke unit keluaran.

Spesifikasi Prosesor

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli suatu tipe prosesor, lebih baik Anda mengetahui berbagai spesifikasinya berikut ini.

1. Jumlah CPU Core

Jumlah CPU Core saat ini sudah sangat penting diperhitungkan. Jumlah core ini menunjukan berapa inti di dalam sebuah prosesor. Misalnya, sebuah chip dual-core mungkin terlihat seperti chip single-core, namun sebenarnya memiliki 2 buah CPU (perangkat pengolah) di dalamnya. Semakin banyak jumlah core-nya biasanya kemampuan pengolahan data akan semakin cepat.

2. Socket

Socket prosesor adalah suatu dudukan prosesor yang terdapat pada motherboard dengan bentuk segi empat dan banyak lubang-lubang kecil sebagai tempat menancapnya kaki -kaki (pin) prosesor yang tersusun membentuk matriks 2 dimensi.

Letak dan jarak antar lubang socket disesuaikan dengan susunan letak dan jarak pada kaki-kaki prosesor. Pastikan socket motherboard sesuai dengan prosesor yang akan dibeli.

3. Cache

Cache merupakan memory yang berukuran kecil dan bersifat temporary (sementara), tetapi memiliki kecepatan yang tinggi.

Dalam bidang hardware istilah tersebut merujuk pada memory yang berkecepatan tinggi dan menjembatani aliran data antara prosesor dengan RAM atau memory utama yang mana biasanya memiliki kecepatan yang lebih rendah.

Cache bertugas untuk mengurangi risiko terjadinya bottleneck dalam aliran data antara RAM (memory utama) dan prosesor. Sedangkan, pada bidang istilah software istilah ini menunjuk pada tempat penyimpanan sementara untuk file-file yang sering diakses (biasanya terdapat pada browser).

Cache sendiri berfungsi untuk meningkatkan akses data pada komputer, hal tersebut karena cache menyimpan informasi atau data yang telah diakses oleh suatu buffer sehingga dapat menurunkan kadar kerja prosesor.

4. Arsitektur

Arsitektur komputer merupakan rancangan berbentuk cetak biru dari kebutuhan perangkat yang di-design. Contoh arsiktektur komputer yaitu CISC, blue Gene, RISC, dan von Neumann. Arsitektur komputer dikategorikan sebagai seni dan ilmu mengenai cara interkoneksi perangkat keras agar dapat menciptakan sebuah komputer yang mencakup kebutuhan kinerja, fungsional, dan target biaya. Arsitektur komputer merupakan lambang-lambang sistem komputer yang terkait dengan pelaksanaan logis sebuah program. Arsitektur komputer mengandung 3 sub-kategori, yaitu set instruksi (ISA), arsitektur mikro dari ISA, dan sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer.

5. Nm

Nanometer (nm) adalah satuan yang menyatakan panjang suatu benda. Nano adalah 10 pangkat -9 atau se-per-miliar. Angka nanometer dalam prosesor, menunjukkan berapa panjang satu buah transistor dalam perangkat tersebut. Nanometer menunjukkan ukuran core inti dari prosesor tersebut. Semakin kecil ukuran nanometer core prosesor tersebut, semakin besar kemampuan transmisi data 1000 nm = 1 mikrometer (atau 1 mikron). 

6. Base Clock

Base Clock dalam sebuah CPU merupakan tingkat kecepatan yang mampu dijalankan oleh sebuah prosesor, biasanya dihitung dalam istilah frekuensi Hertz atau Gigahertz. Sedangkan base clock speed merupakan tingkat kecepatan yang sering dicapai oleh sebuah prosesor, atau kecepatan rata-rata dari komponen otak komputer tersebut.

7. Thermal Design Power

Thermal Design Power (TDP) merupakan jumlah daya maksimum untuk pendingin di dalam sebuah komputer untuk berdisipasi (mentransfer/menyalurkan panas). TDP merupakan daya maksimun yang dipakai ketika menjalankan suatu aplikasi untuk memastikan komputer bias menjalankan aplikasi tanpa melampaui batas kemapuannya. Agar tetap dingin, dipasang juga cooling fan agar performa komponen tetap maksimal.

Istilah-istilah Lainnya

Terdapat beberapa istilah yang digunakan pada teknologi prosesor, di antaranya yaitu:

1. Front Side Bus (FSB)

FSB atau Bus clock, merupakan lebar jalur perpindahan data pada prosesor yang digunakan untuk mengirim dan mengambil data dari komponen FSB. FSB memiliki nama lain “PC” contohnya Intel Pentium IV 1.6 GHz PC-400, artinya prosesor tersebut berkeja pada FSB atau Bus Clock 400 Mhz pada saat satu kali pengiriman data dan komponen ini mampu mengirim data sebanyak 400 juta data. Kemampuan Bus Clock harus disokong dengan kemampuan Bus clock yang dimiliki motherboard agar kinerja yang diperoleh bisa maksimal.

2. Clock speed prosesor

Clock speed prosesor merupakan kecepatan prosesor saat melakukan proses data atau menjalankam perintah dalam satuan detik. Contohnya Intel Pentium IV 1,6 Ghz artinya komponen ini mempunyai kecepatan untuk melakukan perintah sebesar 1600 juta perintah dalam satu detik. Semakin besar clock speed semakin cepat prosesor menyelesaikan tugasnya.

3. Cache memory

Cache memory merupakan jenis memori yang ditanam di dalam prosesor dan memiliki fungsi menyimpan perintah yang dilakukan oleh prosesor. Cache memory pada prosesor terbagi menjadi tiga jenis, yaitu Cache first level, Cache second level, dan Cache third level.

3.1 Cache First Level

Cache first level memiliki nama lain yaitu Cache L1. Prosesor yang menggunakan Cache first level memiliki kapasitas dari 8kb, 64kb, sampai 128kb.

3.2 Cache Second Level

Cache second level memiliki nama lain Cache L2. Cache second level memiliki kapasitas prosesor lebih besar dibandingkan dengan Cache first level. Cache second level dikenal dengan istilah “core”. Cache second level model lama terletak pada motherboard, sedangkan pada Cache second level model baru terletak ditanam di dalam prosesor sehingga prosesor memiliki kinerja lebih cepat ketika melakukan kerja dan transfer data.

3.3 Cache Third Level

Cache third level memiliki nama lain Cache L3. Cache third level hanya dimiliki oleh prosesor yang memiliki unit lebih dari satu seperti “hardcore” dan “dualcore”. Cache third level berfungsi untuk mengontrol data-data yang masuk Cache second level dari masing-masing inti prosesor. Kapasitas Cache second level mengalami perkembangan yang signifikan dimulai dari 128MB hingga mencapai 2GB.

4. Overclock Central Processing Unit (Overclock CPU)

Overclock CPU merupakan cara untuk menaikan, mengupgrade atau meningkatkan nilai clockspeed CPU dari kecepatan standar menjadi kecepatan yang lebih tinggi. Overlock dilakukan dengan cara mengubah pengaturan Busclock dan multiplier yang ada pada motherboard.

Prosesor dan motherboard model lama, pengaturan dilakukan dengan mengubah posisi jumper Busclock atau multiplier pada motherboar, sedangkan pada motherboard jenis terbaru pengaturan overclock dilakukan dengan mengubah nilai Busclock dan multiplier yang terdapat pada BIOS.

Contoh-contoh cara yang digunakan untuk melakukan overclock yaitu mengubah clock speed dari clockspeed (2660 Mhz) = Busclock (133 Mhz) x multiplier (20), diubah menjadi clock speed 2800 Mhz dengan cara merubah nilai multiplier menjadi 21.

Cara overclock yang dilakukan akan mempercepat kinerja komputer.

Akan tetapi akibat dari cara tersebut komputer akan menjadi lebih cepat panas dan mudah rusak apabila tidak memiliki sistem pendingin komputer yang baik. Prosesor akan lebih cepat melakukan kerja, mengelola dan mengatur semua instruksi program yang diberikan dalam kinerjanya.

Apabila komponen ini didukung dengan kapasitas Busclock dan Cache second level yang baik dan tinggi, dibandingkan dengan prosesor yang memiliki CPU clock atau nilai clock speed tinggi kerja prosesor pun lebih cepat.

Misalnya perbandingan prosesor dengan clockspeed tinggi sebesar 2,8 Ghz, Cache second level sebesar 1 MB dan Busclock sebesar 533 Mhz (Pentium IV) dengan prosesor clock speed sebesar 1,86 GHz, Cache second level 2 MB dan Busclock sebesar 1066 Mhz (dual core) akan lebih cepat prosesor dual core dalam melaksanakan tugas dibandingkan Pentium IV walaupun nilai clock speednya lebih rendah dibanding kelas Pentium IV.

Demikian penjelasan mengenai prosesor baik dari pengertian, cara kerja, istilah-istilah yang sering digunakan. Prosesor merupakan salah satu komponen yang paling penting pada komputer. Bisa diibaratkan prosesor sebagai komponen yang paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan teknologi komputer.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Next Post Previous Post