Cara Mengukur Relay dengan Menggunakan Alat Ukur Multimeter

mengukur relay

Relay merupakan komponen elektromechacinal yang terdiri dari sebuah coil, seperangkat kontak yang membentuk saklar atau switch dan juga kaki-kaki terminal penghubung. Dengan kata lain, relay merupakan saklar (Switch) yang dioperasikan secara elektronik.

Ada 2 kondisi kontak pada relay yaitu kondisi Normally Open (NO) dan Normally Close (NC). Kontak yang selalu berada pada posisi OPEN atau terbuka saat relay tidak diaktifkan disebut dengan Normally Open (NO). sedangkan kontak yang selalu berada pada posisi CLOSE atau tertutup saat relay tidak diaktifkan disebut dengan Normally Close (NC).

Cara Mengukur Relay dengan Multimeter

Alat yang akan kita gunakan untuk mengukur relay adalah multimeter. Baik multimeter analog ataupun multimeter digital dapat kita gunakan untuk mengukur atau menguji apakah relay yang ingin kita uji dalam kondisi yang baik atau tidak. Kondisi yang akan kita ukur pada relay adalah nilai resistansi coil dan juga kondisi kontak poin saat diaktifkan ataupun tidak diaktifkan. Agar lebih akurat, kita bisa menggunakan power supply untuk mengaktifkan relay yang bersangkutan.

Berikut cara mengukur relay dengan menggunakan multimeter digital :

Pengukuran pada kondisi relay tidak diaktifkan :

  1. Atur posisi selector saklar multimeter pada posisi Ohm
  2. Lalu hubungkan salah satu probe multimeter pada terminal "COM" serta probe yang lainnya pada terminal Normally Close (NC), dan pastika nilai yang ditunjukan pada display multitester adalah "0" Ohm. Kodisi tersebut berarti menandakan bahwa antara terminal "COM" serta terminal Normally Close terhubung dengan baik.
  3. Selanjutnya pindahkan probe multimeter yang ada pada terminal Normally Close (NC) ke terminal Normally Open (NO), pastikanlah bahwa nilai yang ditunjukan pada display multimeter adalah "tak terhingga". Kondisi tersebut berarti menandakan bahwa antara terminal "COM" serta terminal Normally Open tidak memiliki hubungan atau dalam kondisi open dengan baik.
    mengukur relay
  4. Setelah itu hubungkan probe multitester ke terminal coil (2 point) untuk mengukur nilai resistansi coil apakah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pembuat relay tersebut.
  5. mengukur nilai resistansi coil

Pengukuran pada kondisi Relay diaktifkan :

  1. Aktifkan relay terlebih dahulu dengan cara menghubungkan arus listrik sesuai dengan tegangan Relay-nya. Semisal dengan menggunakan power supply atau baterai 9 Volt untuk mengaktifkannya. Saat relay aktif setelah dialiri arus listrik maka akan terdengan suara "klik". Suara tersebut menandakan bahawa kontak poin telah berpindah dari posisi Normally Close ke posisi Normally Open.
  2. Pastikanlah posisi selector saklar masih berada pada posisi Ohm
  3. Selanjutnya hubungkan probe multimeter pada terminal "COM" serta probe yang lainnya ke NC, lalu pastikan bahwa nilai pada display adalah "tak terhingga". Kondisi tersebut berarti menandakan bahwa antara terminal "COM" dengan terminal NC tidak memiliki hubungan apapun saat relay diaktifkan atau dalam kondisi Open dengan baik.
  4. Pindahkanlah probe yang ada pada terminal Normally Close ke Normally Open, lalu pastikan nilai yang ditunjukan oleh display multimeter adalah "0" Ohm. Kodisi tersebut menandakan bahwa antara terminal "COM" serta terminal NO terhubung dengan baik saat relay tak diaktifkan.
    pengukuran relay
Next Post Previous Post